Jumat, 21 Mei 2010

jalan rawan

Ini Dia Jalan Rawan Kejahatan di Jakarta Selatan

http://supermilan.wordpress.com
Kejahatan selalu mengintai di jalanan. Waspadai sejumlah ruas jalan di Jakarta Selatan yang rawan kejahatan terhadap pejalan kaki, pengendara motor sampai mobil mewah.

“Kejahatan jalanan di Jaksel cukup tinggi dan menjadi perhatian serius bagi kami,” kata Kapolres Jaksel Kombespol Gatot Eddy Pramono kepada wartawan, Rabu, (16/12/2009).

Beda kawasan, beda lagi modus operandi kejahatan. Untuk modus ban kempes, daerah rawannya di Jl TB Simatupang dari Tower FedEx Lebak Bulus sampai perempatan Pondok Indah.

“Pelaku meneriaki mobil dengan ban kempes atau ada api dari knalpot. Setelah mobil berhenti, kaca belakang dipecah lalu di gasak isi mobil. Targetnya pengendara mobil sendirian,” tambahnya.

Untuk Jalan Arteri Pondok Indah tidak ada kejahatan. Tapi awas, itu karena perampok mengintai korban sampai masuk Jalan Iskandar Muda hingga Permata Hijau.


“Di sini targetnya berubah menjadi spion mobil, terutama mobil mewah seperti Alphard atau Range Rover. Karena mobil tersebut terjebak kemacetan,” beber mantan Kapolres Depok ini.

Daerah rawan dengan modus serupa yaitu Jalan Radio Dalam, Jalan Denpasar Raya, Jalan Rasuna Said atau di belakang Universitas Atmajaya. Pada jam macet, kejahatan serupa mengancam sepanjang Pasar Minggu hingga perempatan Hotel Haris.

“Di kawasan tersebut target masih seputar spion mobil mewah,” kisahnya.

Untuk kejahatan terhadap sepeda motor, pelaku menebar paku. Jika korban berhenti dan lengah, maka pelaku akan menjambret tas korban. Untuk pejalan kaki, yang diincar adalah pengguna jembatan penyeberangan orang (JPO) terutama saat sepi.

“Pelaku jambret biasanya mengintai korban sejak naik JPO dan akan beraksi di tengah JPO,” pungkasnya.


sumber : http://supermilan.wordpress.com/2010/02/08/ini-dia-jalan-rawan-kejahatan-di-jakarta-selatan/

ikan cupang adu

Training / Merawat Ikan Untuk Siap Adu

Training / Merawat Ikan Untuk Siap Adu

Ikan cupang walaupun yang kita miliki adalah ikan yang bermutu dan berkelas, akan tetapi apabila kita salah dalam merawat ikan tersebut alamat akan menerima kekalahan saat diadu diarena. Ini disebabkan ikan tersebut sedang mengalami sakit ataupun sedang turun insting untuk mempertahankan wilayahnya dan juga stamina yang tidak dalam keadaan prima. Ini merupakan kunci ikan cupang adu. Untuk itu kita sebagai pemain ikan cupang adu harus jeli dan teliti dalam menangani hal tersebut.Ada berbagai macam cara untuk mendapatkan rawatan ikan cupang adu. Kami akan memberikan teknik pelatihan ala medan kepada anda semua yang hobbiis petarung cupang.


1 Ikan yang baru kita beli, atau kita angkat dari kolam harus di letakkan dalam ember (biasa untuk ngaduk semen) warna hitam selama lebih kurang tujuh hari. Isi air dengan ketinggian 3/4 ember. Usahakan jangan diletak didalam rumah apalagi didalam kamar yang tertutup dari cahaya matahari tapi jangan terkena sinar matahari langsung. Didalamnya kita letakkan selembar daun ketapang kering ataupun daun pisang kering. Berilah makan ikan kutu air atau pun cuk yang sudah disaring. Beri makan jangan di batasi. Beri saja banyak agar ikan tidak tirus (bodi panjang tipis kepala besar).

2.Gantilah air tersebut setiap 3-4 hari sekali dan kalau makanannya habis beri makan tiap hari. Disaat ganti lihatlah keadaan perutnya. Kalau ikan kotorannya hitam dan menggumpal berarti ikan dalam kondisi yang sehat. Setelah itu masukkan ikan kedalam ember lagi.

3.Setelah ikan kita diamkan dalam ember telah cukup waktunya (ada ikan yg minta ren lama, ada jg yang ikan tidak lama di ren) ini kita ketahui dengan melihat warna ikan. Kepalanya hitam, warna lebih kontras dan ikan kelihatan lebih ganas apabila kita sandingkan. Sekitar hari Kamis ikan kita angkat dari ember, masukkan kedalam toples Cherry. Beri makan dan lihat kondisi kesehatan ikan. Biarkan ikan selama satu hari dalam toples. Gunanya agar ikan terbiasa dan tidak takut dengan keadaan luar.

4.Hari Jumat pagi kita lihat didasar toples kotorannya. Apabila ikan telah buang kotoran dan perut ikan sudah kempis berarti siap untuk masuk tahap training. Ikan jangan diberi makan dahulu. Untuk pertama sandinglah ikan selama 15 menit dengan jarak antar toples sekitar tiga jari tangan kita. Biarkan ikan sampai ganas. Usahakan jangan mukul toples dengan kuat. Setelah itu ikan kita putar dengan menggunakan tangguk atau kayu yang ujungnya diberi busa ditutup plastik hitam dan diikat. Putaran pertama boleh kekanan dahulu dan setelah itu kita biarkan sampai airnya tenang. Baru kemudian kita balas kearah kiri. Masalah banyak putarannya kami tidak bisa memberikannya. Sebab ini tergantung ikan anda masing-masing dan kejelian anda dalam melakukan training. Tapi bisa kita lihat dengan kekuatan ikan. kalau ikan kelihatan letih dan tenaganya turun (ini bisa dilihat ikan kalau diputar akan ikut arus ditengah dan menggulung), kita bisa hentikan sebentar baru dilanjutkan kembali. Putaran dihari pertama kita buat perlahan dahulu. Ikuti kemauan ikan. Kalau ikan sudah mulai melawan arus, tingkatkan kecepatan putaran dan lama putaran sampai ikan benar-benar letih.

5.Biarkan ikan istirahat 15 menit, kemudian masukkan ikan betina yang belum matang telur tiap toples sekitar 3-4 ekor. Posisi ikan biarkan disanding dengan sebelahnya dalam jarak tiga jari kita. Jangan ditutup. Lakukan ini selama 1/2 jam.

6.Angkat ikan betina muda dan beri makan ikan. Ingat, ikan jangan di jatah makannya. Beri saja banyak. Tapi berinya dengan sedikit-sedikit dahulu. Kalau mau lebih bagus beri makan cuk yang disaring agar pencernaannya tidak mengalami masalah atau bisa juga diberi bloodworm hidup. Agar ikan mendapatkan suplemen vitamin dan protein yang tinggi. Dalam keadaan ikan diberi makan, tutup sandingannya. Biarkan selama setengah jam.

7.Buka kembali tutup sandingannya atau sekatnya dengan jarak 3-4 jari tangan (bisa juga sekatnya kita buka setengah), kita pantau ikan sampai kotoran ikan keluar dari perutnya.

8 Masukkan kembali ikan betina muda tiap toples lebih kurang 30 menit. Dan ikan kita ganggu dengan menggunakan ikan dari karet. Caranya ikan karet kita dekatkan dari luar toples. Bila ikan mendekat dan mau mukul, kita jauhkan. inidilakukan selama 15 menit. Setelah itu kita ganti air baru yang telah diendapkan selama satu malam. Beri garam secukupnya. Ketinggian air setengah toples.

9.Diair yang baru, ikan belum selesai kita latih. Toples kita tutup sekatnya, dengan jarak 2 jari tangan. Pertama kali kita buka sekat toples sebelah kanan. bila ikan ngejar terus kita tutup sekatnya. Buka lagi sebelah kiri, bila ngejar kita tutup sekatnya. Lakukan ini selama 30 menit. Setelah itu ikan kita tutup sekatnya. Dan masukkan daun ketapang kering selembar. Kemudian ikan kita usahakan berada ditempat gelap atau bisa juga kita selimuti dengan kain agar gelap.

10.Ada juga ikan yang harus dirawat banting, airnya kita keringkan hanya sebatas membasahi badannya di dalam toples. Tapi ini dilakukan dengan pengawasan yang ketat. Salah banting, maka uang kita kena banting lawan. Hehehehehehehehe. Kami sendiri jarang melakukannya. Saya pernah merawat banting ikan, tetapi bukan hasil yang bagus yang saya dapatkan, akan tetapi ikan mati kekeringan dan dikerubungi oleh semut hitam. Hahahahahahahaha. Dan ada juga ikan yang minta bekap. Maksudnya ikan kita tahan napasnya dalam aqua gelas tanpa udara didalam toples cherry. Masukkan ikan betina muda 4 ekor dalam toples cherry. Ini dilakukan bertahap. Dari 30 menit dihari pertama sampai 2 jam di hari ke 4 latihan. Ini harus diawasi dengan ketat agar ikan tidak mati atau perutnya rusak. Ada juga orang yang menggunakan jantur atau ikan dimasukkan kedalam tabung tinggi 2 meter. Tapi bagi saya ini tidak saya berlakukan. Hampir tidak ada gunanya bagi saya. (untuk lebih lanjut silahkan kirim email ke saya)

11 Lakukan terus secara rutin sampai pada hari kamis depannya. Ikuti petunjuk dari no.4 sampai no 9. Pada hari kamis sore, ikan kita beri makan banyak. Pantau sampai kotorannya keluar, setelah itu ikan kita istirahatkan ketempat gelap. Hari Jumat ikan jangan diberi makan lagi (untuk main sabtu) dan jangan kita latih, cukup kita buka aja sekatnya agar panas selama 15 menit pagi dan 15 menit sore hari. Kalau diadu hari Minggu ikan pada hari jumat boleh diberi makan.

12.Pada hari akan bertarung, jam 7 pagi ikan kita masukkan dalam toples cherry, Sandingkan ikan selama setengah jam dengan jarak tiga jari tangan kita. Apabila ikan telah ganas, ikan kita masukkan kedalam botol selai atau botol nescape. Tutup dengan kertas. Ikan siap dibawa kearena untuk bertarung.

Tempat pemeliharaan

Cupang merupakan ikan yang yang sangat tabah dan prihatin, karena cupang mudah dipelihara diwadah-wadah kecil seperti tolpes, botol bekas minuman, di aquarium maupun dikolam asalakan Kualitas air dan suhunya terjaga. Untuk menjaga suhu air tetap stabil pada tempat pemeliharaan yang kecil seperti toples maka sebaiknya tempat pemeliharaan diletakkan ditempat yang teduh (agar suhu tidak terlampau tinggi), dan saat malam hari diberi penutup bias dari kardus atau tutup lainnya asal jangan terlalu rapat (agar suhu tidak berubah menjadi rendah secara drastis), dan sebaiknya tempat pemeliharaan dapat terjangkau sinar matahari pagi. Bila ikan cupang diletakkan pada aquarium atau kolam bisa juga diberi tambahan tanaman air seperti ganggang, selada air, atau enceng gondok. Selain sebagai penghalau sinar matahari langsung tanaman tersebut juga mampu menetralisir keasaman dan zat lain yang berbahaya bagi ikan cupang didalam air.

sumber : http://widiyat-moko.blogspot.com/

kisah sukses

Dulu Kondektur Sekarang Juragan.

Kisah Sukses Muhadi Menjadi Pengusaha Bus PO Dedy Jaya



Lewat kerja keras dan keuletan, Muhadi sukses menjadi pengusaha bus Dedy Jaya. Ia merintis usahanya dari berdagang es lilin serta menjadi kondektur bus. Kini bisnisnya sudah menggurita, mulai dari hotel, pabrik cat, mal, hingga toko bangunan.

Soal nasib urusan belakang. Itulah pegangan hidup Muhadi Setiabudi, konglomerat asal Brebes, Jawa Tengah. Kerja kerasnya selama sekitar 19 tahun kini membuahkan hasil. Grup usaha PT. Dedy Jaya Lambang Perkasa yang berdiri sekitar 15 tahun silam, kini menjelma menjadi kerajaan bisnis dengan 2.500 karyawan. Lini usahanya juga sungguh beragam luas, mulai dari mengelola ratusan armada di bawah bendera perusahaan otobus (PO) Dedy Jaya, hotel, pabrik cat, toko bahan bangunan, toko emas, hingga bisnis mal di Brebes, Tegal & Pemalang. "Nasib itu urutan kesekian. Siapa pun yang bekerja keras pasti bisa berhasil," ucap lelaki kelahiran Brebes, Maret 1961 ini mantap.

Muhadi tentu tidak asal omong. Boleh dibilang pria yang hanya menamatkan pendidikan madrasah tsanawiyah (setingkat SMP) dari sebuah pesantren di Cirebon ini, benar-benar sudah membuktikannya. Maklum, kerajaan bisnisnya itu ia rintis dengan susah payah dan bukan terima menjadi dari warisan. "Saya benar-benar mulai dari nol besar," tandas bapak tiga anak ini.

Merintis Sukses Dari Berdagang Bambu

Simak saja kisahnya. Muhadi muda sempat melakoni pekerjaan kasar seperti berdagang es lilin di kampung, menjadi kondektur bus, serta berjualan minyak tanah. Pekerjaan itu ia jalani hingga 1979 atawa sekitar lima tahun sejak menamatkan pendidikan menengah. Di saat senggang, ia juga ikut membantu ayahnya bertani di sawah.

Jalan terang agaknya mulai terbentang setelah Muhadi menikahi Atik Sri Subekti pada 1981. "Waktu itu umur saya baru 19 tahun, tapi saya nekat menikah," tuturnya mengenang. Nasibnya berubah bukan karena dia menikahi anak konglomerat. Sebaliknya, mungkin karena kian terdesak harus membiayai keluarga barunya, dia tak bisa lagi menyandarkan penghasilan dari kerja serabutan itu.

Maka, Muhadi mulai menerjuni usaha dagang bambu dengan modal awal sekitar Rp 50.000. Modal ini ia kumpulkan dari upah membantu orang tuanya di sawah. "Usaha ini masih saya pertahankan sampai sekarang karena ia adalah cikal bakal semua usaha yang tidak bisa saya lupakan," tutur Muhadi.

Guratan sukses Muhadi tampaknya memang sudah terukir di bambu. Sebab, jerih payahnya berjualan bambu tersebut menuai hasil lumayan. Apalagi beberapa pesanan dalam jumlah besar juga mulai berdatangan. Misalnya, dia sempat mendapat order dari sebuah kontraktor bangunan untuk menyuplai ribuan batang. Untungnya meningkat, dari sekitar Rp 70.000 sebulan menjadi Rp 470.000 saban bulan.

Selain mendapat order, ada berkahnya juga Muhadi bergaul dengan para kontraktor itu. Ia jadi mulai mafhum tentang seluk-beluk usaha bahan bangunan. Dua tahun setelah berdagang bambu, Muhadi lantas mendirikan toko bahan bangunan dengan modal yang ia kumpulkan dari untung berdagang bambu. "Kekurangannya saya pinjam dari bank," ucapnya terus terang.

Rupanya pilihan Muhadi melebarkan sayap ke bisnis bahan bangunan sungguh tepat. Karena usaha barunya itu benar-benar menjadi tambang emas yang tiada henti mengalirkan untung. Bahkan, tujuh tahun setelah berkutat di material, keuntungannya dari berjualan bahan bangunan sudah bisa menjadi modal untuk membeli beberapa bus besar. Muhadi seperti terobsesi berusaha di jasa sarana angkutan. Boleh jadi selain meraup untung dari jasa ini, dia ingin mengenang masa sulitnya menjadi kondektur.

Kini, jumlah armada busnya yang berbendera PO Dedy Jaya sudah mencapai ratusan unit. Penumpang asal Pantura, Tegal, Pekalongan, dan Purwokerto yang hendak ke Jakarta tentu sudah tak asing lagi dengan bus ini. Maklum, Dedy Jaya melayani trayek Jakarta-Purwokerto, Jakarta-Tegal, dan Jakarta-Pemalang- Pekalongan. Ia mencomot nama untuk bus serta grup usahanya dari nama anak pertamanya, Dedion Supriyono. Selain menggeluti bus, Muhadi juga mulai merambah ke toko emas dan bisnis perkayuan.

Masih Muda Sudah Kaya Raya

Konglomerasi bisnis Muhadi tak berhenti sampai di situ saja. Ia pun mulai melirik bisnis pusat perbelanjaan lantaran melihat peluang yang masih terbuka lebar di Tegal. Selain itu, "Saya ingin menjadi pelopor pengembang pribumi, daripada peluang itu diambil developer dari luar," ucapnya.

Alhasil, berdirilah Mal Dedy Jaya pada 1998, yang kini menjadi pusat perbelanjaan termegah di kota warteg itu. Tak puas mendirikan mal, Muhadi lantas menerjuni pula bisnis perhotelan. Dua tahun berselang setelah membangun mal itu, ia juga membangun dua hotel berbintang sekaligus. Satu di Tegal dan satunya lagi di Brebes.

Sepak terjang Muhadi boleh dibilang mencengangkan karena ia membangun kerajaan bisnis itu saat usianya baru menginjak 31 tahun. Tak heran jika ia mendapat banyak penghargaan berkat keuletannya tersebut. Ini bisa dilihat dari tiga buah lemari besar yang penuh berisi berbagai penghargaan. Yang paling membanggakan Muhadi, dia pernah terpilih menerima penghargaan upakarti dari presiden. "Saya bangga, karena saya ini cuma orang desa," tuturnya merendah.

Muhadi tak memungkiri bahwa perkembangan bisnisnya ini tak lepas dari peran bank yang mengucurinya kredit. Tentu saja tak serta-merta bank mau mengucurkan pinjaman ketika usahanya belum sebesar sekarang. Kendati sekarang utangnya masih lumayan besar, dia mengaku tak risau ataupun malu. "Saya baru malu kalau tak bisa membayar," tegasnya.

Begitulah, kerja kerasnya kini sudah membuahkan hasil. Toh, ia tak lantas puas dengan hasil yang sudah ia peroleh. Muhadi juga tak lantas bermewah-mewah dengan hasilnya selama ini. Kantornya pun sederhana. Hanya sebuah ruang seluas 24 m2 di salah satu sudut rumahnya di Jalan Raya Cimohong, Bulakamba, sekitar tujuh kilometer dari pusat kota Brebes. Toh, dari kota kecil inilah Muhadi mengendalikan bisnisnya yang sudah menggurita.



Menggulung Layar Hiburan dan Kapal Ikan

Sudah lumrah setiap ada senang pasti ada susah. Kalau tidak untung ya rugi. Demikian pula dengan bisnis yang dijalani Muhadi. Tidak semua usahanya berjalan mulus dan menjadi tambang duit yang berlimpah. Salah satu usahanya yang terpuruk adalah bioskop Dedy Jaya di Tegal. Semula bioskopnya sempat menjadi maskot dan sasaran hiburan warga Tegal. Namun, usaha itu menjadi berantakan akibat membanjirnya video compact disc (VCD) bajakan yang murah meriah. Bioskopnya menjadi sepi pengunjung dan pemasukannya makin seret hingga berbuntut rugi. Tak heran Muhadi lantas melego bisnis tontonannya itu.

Selain bioskop, bisnis kapal ikannya pun terpaksa gulung tikar. Itu terjadi akibat sengitnya persaingan di Tegal serta belitan krisis moneter pada 1997 hingga 1998. Padahal, kala itu usaha Muhadi baru mulai berbiak dan membutuhkan dana besar untuk mengembangkannya. Sayang, ketika itu tak ada bank yang berani mengucurkan kredit. Muhadi mengaku hampir menyerah saat itu lantaran imbasnya begitu dahsyat menerpa usahanya. "Berat sekali waktu itu. Ternyata lebih mudah merintis ketimbang mempertahankan usaha yang sudah ada", kenang Muhadi.

Sumber : http://bocahblitar.multiply.com/journal

sales management

Sales Management Process

The four phase-model ofManagement process is one of many useful frameworks for planning the sales process. It includes:

  1. Conception – What will be offered?
  2. Planning – How?
  3. Execution – When and at what pace and scale?
  4. Control – How will feedback and contingencies be acted upon?
  5. Feedback – How we have to integrate and reply back activity to activity?

This model is cyclical, so it is a constant/continuous process.

Sales Management, however, is concerned with the process of encouraging customers to exchange their funds for your services or goods. By contrast, marketing might concern itself with expanding opportunities for installing more processes in more places and expanding or creating new sales channels. For example, a firm might have "walk-in customers." Sales management would concern itself with the customer experience, the sales dialog ("whats in it for me," suggestive selling, up-selling, positioning statements, consultative sales), and ultimately closing the sale. This organization's marketing department, on the other hand, would be concerned with developing sales channels other than "walk-in" customers or increasing the volume. For example, out-bound telephonic out-reach might be a viable additional sales channel. Sales management, in turn would be tasked with developing this channel's compensation plan, customer experience, sales dialog, and closing. Developing a sales management process for the 'walk-in customer sales process' might be very different from the 'out-bound telephonic sales management process.'

Sales Planning

An essential sales leadership role is to establish a sense of purpose or vision and clear direction to get there. A key element of a business’ strategic 12-month plan is to answer the question: “Where will all the sales come from?” The sales plan is not a guesstimate. It takes its direction from the marketing strategy and is based on thorough research and a considered positioning of the company within the market place.

Sales planning involves predicting demand for the product and demand on the sales assets (machines, people, or a combination of both). Failure to plan always means lost sales. Planning insures that when a consumer wishes to purchase the product, the product is available, but it also means opportunities for additional sales are presented and the sales assets are available to exploit these opportunities. Planning should allow for meeting increasing customer demand for more products, services and/or customization as the business is growing, but also react quickly when demand decreases. Sales planning improves efficiency and decreases unfocused and uncoordinated activity within the sales process.

Sales Reporting

The sales reporting includes the key performance indicators of the sales force.

The Key Performance Indicators indicate whether or not the sales process is being operated effectively and achieves the results as set forth in sales planning. It should enable the sales managers to take timely corrective action deviate from projected values. It also allows senior management to evaluate the sales manager.

More "results related" than "process related" are information regarding the sales funnel and the hit rate.

Sales reporting can provide metrics for sales management compensation. Rewarding the best managers without accurate and reliable sales reports is not objective.

Also, sales reports are made for internal use for top management. If other divisions’ compensation plan depends on final results, it is needed to present results of sales department’s work to other departments.

Finally, sales reports are required for investors, partners and government, so the sales management system should have advanced reporting capabilities to satisfy the needs of different stakeholders.

Sumber : Wikipedia

Jumat, 09 April 2010

Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen

Banyak kesulitan yang terjadi dalam melacak sejarah manajemen. Namun diketahui bahwa ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20 tahun.[2] Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan, mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai rencana.

Piramida di Mesir. Pembangunan piramida ini tak mungkin terlaksana tanpa adanya seseorang yang merencanakan, mengorganisasikan dan menggerakan para pekerja, dan mengontrol pembangunannya.

Praktik-praktik manajemen lainnya dapat disaksikan selama tahun 1400-an di kota Venesia, Italia, yang ketika itu menjadi pusat perekonomian dan perdagangan di sana. Penduduk Venesia mengembangkan bentuk awal perusahaan bisnis dan melakukan banyak kegiatan yang lazim terjadi di organisasi modern saat ini. Sebagai contoh, di gudang senjata Venesia, kapal perang diluncurkan sepanjang kanal dan pada tiap-tiap perhentian, bahan baku dan tali layar ditambahkan ke kapal tersebut. Hal ini mirip dengan model lini perakitan (assembly line) yang dikembangkan oleh Hanry Ford untuk merakit mobil-mobilnya. Selain lini perakitan tersebut, orang Venesia memiliki sistem penyimpanan dan pergudangan untuk memantau isinya, manajemen sumber daya manusia untuk mengelola angkatan kerja, dan sistem akuntansi untuk melacak pendapatan dan biaya.[3]

Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.

Manajemen Penjualan - Belajar Dari Joe Girard “The World’s Greatest Salesman”

September 9, 2008

Manajemen Penjualan ala Joe Girard sudah dipelajari dan diterapkan oleh banyak salesman dari seluruh dunia. Intinya adalah menerapkan ilmu dan seni staying in touch dengan pelanggan secara sempurna.

Siapakah Joe Girard? Ia diberi gelar “The World’s Greatest Salesman” oleh Guinness Book of World Records. Namanya ada di sana. Joe adalah seorang penjual mobil pada tahun 1960-1970 di Detroit, Amerika Serikat. Di tempatnya bekerja, ada wiraniaga lain yang menjual mobil dengan tipe dan harga yang sama seperti yang ditawarkan Joe. Salesman tersebut dapat menjual 3 mobil per bulan. Joe dapat menjual 6 mobil per hari! Bahkan, di puncak kariernya, untuk membeli mobil dari Joe, Anda harus membuat janji dua minggu sebelumnya…dan saat Anda datang di hari yang telah disepakati, Anda akan melihat banyak orang yang ingin membeli darinya sehingga Anda harus mengambil nomor untuk mengantri!

Sebelum dinobatkan sebagai The World’s Greatest Salesman, kesuksesannya tentu telah diselidiki oleh panitia Guinness Books. Mereka menemukan bahwa semua mobil yang diakui Joe dijual olehnya sendiri, ternyata memang dijualnya secara personal. Terlebih lagi, yang membuat hal tersebut menakjubkan adalah pelanggan yang telah membeli mobil dari Joe tiga tahun lampau, ternyata masih mengingat namanya! Tidak hanya beberapa dari mereka, namun SEMUA mengingat nama Joe dengan rasa gembira! Bagaimana mungkin ini terjadi?

Manajemen Penjualan Joe Girard punya satu sistem jemput bola (follow-up) dalam dunia penjualan. Kenyataannya, sistem ini pun telah menjadi subjek dari sekolah bisnis Harvard.

Joe mengirimkan sebuah kartu ucapan kepada semua pelanggannya, tidak hanya di Tahun Baru, Natal, dan hari ulang tahun mereka, tetapi SETIAP BULAN! Bulan Januari, ia mengirimkan kartu Selamat Tahun Baru. Di dalam kartu, ia menempelkan sebuah stiker “I Like You”. Bulan Februari, ia mengirimkan kartu Valentine, juga dengan tempelan stiker “I Like You” di dalamnya. Bulan Maret, ia mengirimkan kartu ucapan lain sesuai dengan hari libur nasional yang jatuh pada bulan itu, lagi dengan stiker “I Like You”… Ia melakukan ini setiap bulan! Kartunya bukanlah kartu biasa, namun sebuah kartu lucu dan manis yang membuat penerimanya tertawa! Ketika pelanggan berkumpul dengan teman dan kerabatnya, seringkali kartu tersebut menjadi bahan pembicaraan dan orang lain pun tahu tentang Joe Girard, si penjual ulung ini. Acap kali teman atau kerabat pelanggannya berkomentar, “Wow, Anda sungguh beruntung… Salesman Anda sangat menghargai Anda dengan mengirimkan kartu ini setiap bulan. Salesman saya justru tidak pernah mengirimkan satu kartu pun kepada saya!”

Dengan menggunakan sistem kartu yang sederhana ini, Joe mengingatkan pelanggannya bahwa, ”Hey, saya masih di sini, saya masih menjual mobil dan saya sangat senang jika Anda membeli mobil lain dari saya, atau jika Anda mereferensikan seorang kerabat atau teman Anda kepada saya!” Dengan sistem kartu tersebut, Joe “masuk” ke dalam ruang tamu pelanggannya setiap bulan tanpa hadir secara fisik di sana. Melalui sistem kartu ini pula, Joe menjadi topik pembicaraan di antara pelanggan dan teman-teman mereka. Ini adalah iklan positif yang free dan referensi yang bersifat word of mouth! Apa yang lebih powerful dari ini?

Bagaimana dengan Anda? Apakah pelanggan mengingat Anda? Apakah mereka berbicara positif tentang Anda? Apakah yang akan Anda lakukan terhadap hal itu? Mengaculah kepada manajemen penjualan Joe Girard.

Happy Serving!

Senin, 08 Maret 2010

Daftar Gerai HyperMart

Dunia bisnis ritel di Indonesia telah berkembang demikian pesat sesuai dengan perkembangan dinamika perekonomian yang terus mengalami proses modernisasi dalam era globalisasi ini. Begitu luasnya industri ritel ini, sehingga sektor ritel memberikan kontribusi 75% terhadap total perdagangan nasional. Dari 98,8 juta angkatan kerja, sekitar 17 juta orang (18%) bekerja di sektor ritel. Pada tahun 2002, bisnis ritel tumbuh 16,4%.

Menurut Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), tahun 2004 omzet ritel nasional sebesar Rp 400 triliun, bertumbuh 15% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2005 diperkirakan naik 25% sehingga tahun 2005, omzet ritel nasional diperkirakan mencapai Rp 500 triliun .

Ritel yang berfokus pada penjualan barang sehari-hari, secara garis besar terbagi dua, yaitu ritel tradisional dan ritel modern. Pengertian ritel tradisional adalah ritel yang sederhana, tempatnya tidak begitu luas, barang yang dijual tidak begitu banyak jenisnya, sistem manajemen masih sederhana, tidak menawarkan kenyamanan berbelanja dan masih ada proses tawar menawar harga dengan pedagang. Sedangkan ritel modern adalah sebaliknya, menawarkan tempat yang luas, barang yang dijual banyak jenisnya, sistem manajemen terkelola dengan baik menawarkan kenyamanan berbelanja, harga sudah tetap (fixed) dan adanya sistem swalayan.

Kontribusi pasar tradisional dan pasar modern dalam total belanja nasional

Tahun

Pasar tradisional

Pasar modern

1998

83%

17%

2000

78,1%

21,8%

2001

72,5%

24,8%

2002

74,8%

25,1%

2003

73,7%

25,4%

2004

69,6%

30,4%

Sumber: Bisnis Indonesia 18 Februari 2005 dan Swa Desember 1999

Gerai ritel tradisional terdiri dari pasar tradisional dan warung tradisional. Pada tahun 2001 gerai ritel tradisional mencapai 1.899.736 unit. Tahun 2003, gerai ritel tradisional menurun menjadi 1.745.589 unit , berarti telah terjadi penurunan sebesar 154.147 unit gerai tradisional. Jika satu gerai ritel tradisional memiliki 3 orang tenaga kerja maka ada sekitar 462.441 orang tenaga kerja yang hilang (menganggur). Jumlah gerai ritel modern tahun 2003 mencapai 5079 unit meningkat 31,4 % dibandingkan dua tahun sebelumnya (2001) sebesar 3865 unit .

Gerai ritel modern terbagi atas pasar modern (misalnya mall, plaza, ITC, dll) dan gerai tersendiri, misalnya mini market, supermarket. Namun biasanya hal ini terlihat kabur, karena rata-rata gerai modern berada pada pasar modern, misalnya supermaket terdapat di dalam mall.

Hypermarket
Format bisnis ritel dalam bentuk hypermarket adalah yang paling banyak berkembang di masyarakat dibandingkan dengan format bisnis ritel yang lain. Walaupun demikian perkembangan berbagai format bisnis ritel di Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup berarti dari tahun ke tahun.

Survei AC Nielsen Indonesia mengidentifikasikan bahwa penguasaan pangsa pasar oleh hypermarket di Indonesia mencapai 40%. Bahkan tahun 2005 ini, beberapa para pemain ritel besar melakukan ekspansi perusahaannya. Carrefour sedang menambah 4 gerai di tiga kota besar (Makasar, Bandung dan Jakarta), sehingga akan memiliki 20 gerai pada akhir 2005. Saat ini outlet Carrefour terbanyak hanya terpusat di sekitar kota Jakarta (± 16 gerai). Sedangkan gerai-gerai yang lain tersebar di beberapa kota di Surabaya, Medan, Palembang, dan Semarang . Dengan jumlah gerai yang ada saat ini, Carrfeour menjadi pemimpin di bidang hypermarket dengan penguasaan 47% pangsa pasar. 12 gerai Carrefour di Jabotek antara lain adalah Cempaka Putih, Mega Mal Pluit, ITC Cempaka Mas, Mega Grosir, Puri Indah, Duta Merlin, Ratu Plaza, MT Haryono, Lebak Bulus, Ambasador, ITC Permata Hijau, ITC BSD (baru dibuka 1 Mei 2005). Luas areal belanja setiap gerai Carrefour yang dimiliki adalah 6000 m2 – 8000 m2, dengan jumlah pemasok mencapai 3000 .

Hypermarket (sampai mei 2005)

nama

Pemilik

Tahun berdiri

Gerai (s/d Mei 2005)

Pangsa pasar

Carrefour

Carrefour, peritel asal Prancis

1998

16

47%

Giant

Hero-Dairy Farm (Hongkong)

2002

11

32,35%

Hypermart

Matahari (Group Lippo)

2004

7

20,59%

Total



34

100%

Sumber: Swa, Desember 2004 dan Kompas, Mei 2005

PT Matahari Putra Prima Tbk baru membuka gerainya yang ke 10, Hypermart di Cibubur Juction dan akan menambah gerai hypermarket lagi sampai akhir 2005. Gerai itu tersebar di kota Pekan Baru, Surabaya, Bandung, Makasar, Medan, Depok, dan Kelapa Gading Jakarta. Untuk saat ini saja gerai hypermart Matahari sudah ada di Tangerang, Solo, Jakarta, Batam, Makasar, Malang, dan Pontianak dan mampu menyerap 450.000 konsumen/bulan/gerai. Dengan semboyan low price and more, mereka yakin mampu memikat konsumen-konsumen baru di tempat gerai-gerai mereka dibangun . Saat ini hypermart telah memiliki 16 gerai diberbagai kota tersebut. rencananya tahun 2006 akan dikembangkan 11 gerai lagi. Tiap gerai, tenaga kerja yang dapat ditampung mencapai sekitar 600 orang termasuk sales promotion girl dan cleaning service .

Optimisme ini juga dimiliki oleh pengelola raksasa ritel asal Belanda, PT Makro Indonesia.hampir 75% nasabahnya berasal dari kalangan menengah ke atas. Dari 16 gerai yang dibuka di berbagai tempat di Indonesia, mereka mampu menyedot konsumen sekitar 800.000 orang. Sedangkan Carrefour mampu menyedot 30 juta konsumen. Potensi pasar itu memberanikan Makro melakukan ekspansi ke Solo, Bogor, dan Balikpapan pada tahun 2006. Total gerai yang mereka miliki pada akhir tahun 2006 akan mencapai 24 gerai .

Pertumbuhan Hypermarket

tahun

omzet (miliar)

Pertumbuhan(%)

1998

2,809


1999

3,345

19,08

2000

4,678

39,85

2001

6,155

31,57

2002

8,415

36,72

2003

10,948

30,1

Sumber: Swa, Desember 2004

Jumlah gerai hypermarket sampai Oktober 2005 tercatat sebanyak 83 unit, atau bertumbuh 22,06% dibandingkan pada 2004 yang baru 68 gerai. Berdasarkan data AC Nielsen, pemain hypermarket di Indonesia mencakup Carrefour, Hypermart, Giant, The Clubstore, Artomoro, Alfa Gudang Rabat, dan Tip Top.

Gerai hypermarket di Indonesia

Tahun

Unit

Tumbuh

2003

43

-

2004

68

58,14%

2005

83

22,06%

Sumber : AC Nielsen Indonesia, 2005

Persaingan harga pun menjadi tak terelakkan. Indeks harga antara pasar modern dan pasar tradisional (Maret 2003-April 2004) jelas menunjukkan bahwa harga di pasar modern lebih murah dibandingkan dengan pasar tradisional, sehingga banyak konsumen yang sensitif terhadap harga akan memilih pindah ke pasar modern.

Indeks harga Maret 2003-April 2004


Pasar modern

Pasar tradisional

Pertumbuhan

-2,5%

1,7%

Sumber: Bisnis Indonesia 16 Juni 2004

Pertumbuhan harga yang minus di pasar modern dipicu oleh perang diskon antar ritel modern, demi menarik konsumen, diantaranya melalui: regular discount yang diberikan secara reguler, additional discount, diberikan pada kesempatan tertentu (misalnya saat ulang tahun gerai tertentu), opening discount adalah potongan harga pada saat pebukaan toko baru, dan jenis diskon lainnya.

10 besar pemain ritel modern berdasarkan total penjualan tahun 2002

urutan

Perusahaan

omzet

1.

PT Matahari Putra Prima Tbk.

Rp 5,2 triliun

2.

PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk.

Rp 3,4 triliun

3.

Salim Group

Rp 3,2 triliun

4.

PT Alfa Retailindo Tbk (group Sampoerna)

Rp 3,2 triliun

5.

PT Carrefour Indonesia

Rp 3 triliun

6.

PT Hero Tbk.

Rp 2,4 triliun

7.

PT Makro Indonesia

Rp 2 triliun

8.

PT Pasarraya Nusakarya

Rp 900 milyar

9.

PT Akur Pratama

Rp 900 milyar

10.

Hari Darmawan Group

Rp 700 milyar

Sumber: Bisnis Indonesia, 8 Maret 2004

Dibawah ini ditampilkan beberapa format bisnis ritel yang ada di Indonesia dengan perkembangan dan jumlahnya :

Department Store (sampai 2004)

Nama

pemilik

gerai

Ramayana dan Robinson

PT Ramayana Lestari sentosa Tbk.

83

Matahari

PT matahari Putra Prima Tbk.

79

Yogya

PT Akur Pratama

43

Sogo dan Java

Pt Mitra Adiperkasa Tbk.

10

Rimo

Pt Rimo Catur Lestari Tbk

9

Metro

PT Metropolitan Retailmart Tbk.

4

Sumber: Warta Ekonomi, April 2005

Selain itu, pertumbuhan gerai ritel makanan di hypermarket rata rata 30% per tahun dan supermarket 7% per tahun dan convenience store/mini market sekitar 15%. Pada tahun 2003, penjualan sektor ritel modern makanan dikuasai oleh supermarket 60%, hypermarket 20% dan sisanya 20% oleh convenience store/mini market .

Bisnis ritel makanan (2004)

Jenis

Jumlah gerai

Hypermarket dan pusat grosir

80

Supermarket

321

Minimarket/convinience store

2.088

Sumber: Warta Ekonomi, Februari 2005